Pernah tidak kalian melihat perempuan dalam setiap tayangan dan pemberitaan di media massa? pasti sering kan? nah pasti sebagian dari kalian bertanya-tanya, mengapa dalam setiap tayangan dan pemberitaan dalam media massa khususnya dalam iklan perempuan adalah sosok yang paling sering digunakan?
Itu semua memiliki alasan, tidak hanya sekedar iseng-iseng saja memasukkan sosok perempuan dalam media massa.
Alasan yang pertama adalah Pesona, dari beberapa sumber yang didapat diketahui bahwa alasan mereka menggunakan perempuan dalam tayangan nya adalah pesona yang dimiliki dan dipancarkan oleh wanita tiada dua nya, tidak akan ada yang bisa menandingi pesona dari perempuan bahkan pria berkharismatik sekalipun, jika tidak percaya, coba kalian perhatikan apakah ada tayangan iklan (untuk iklan yang mempromosikan produk untuk pria sekalipun) yang tidak menggunakan perempuan, pasti tidak ada kan? Selalu ada perempuan.
Alasan lainnya adalah Personality (Kepribadian), kepribadian alami nya yang lembut dan anggun, membuatnya menjadi sosok yang dikagumi dan dipercaya akan dengan mudahnya untuk mengajak semua mata yang melihatnya menjadi tertarik dan mengikuti nya.
Itu adalah dua dari beberapa pandangan yang diberikan oleh media massa dalam konteks pemasaran untuk mencitrakan seperti apa sosok perempuan dalam setiap tayangan iklan mereka.
Lalu bagaimana dengan penggambaran sosok perempuan dalan tayangan berita?
Dalam tayangan berita, khususnya berita kriminal, dalam hal ini berita pelecehan seksual dalam angkutan umum seperti kereta dan bus. Selalu saja pasti si perempuan akan dihentakkan dengan pernyataan seperti ini "kamu yang salah sudah tau naik kendaraan umum mengapa pakai baju seperti itu", begitu pula dalam berita perampokan "kamu tuh perempuan, seharusnya jika membawa uang sebanyak itu harus ditemani, jangan sendirian", iya kan pasti yang selalu kalian dengar adalah pernyataan-pernyataan seperti itu. Dari pemberitaan tersebut sangat jelas digambarkan perempuan adalah sosok yang seksi, nakal, lemah dan tidak berdaya.
Beberapa citra tersebut lah yang kerap diterima oleh perempuan dari tayangan dan pemberitaan dalam media massa, semoga saja di masa yang akan datang pencitraan yang buruk tentang perempuan dalam media massa sedikit demi sedikit dapat hilang dan tergantikan dengan citra yang positif.
Sumber Informasi: Perkuliahan dari Ibu Henny Wirawan (Dekan Psikologi Universitas Tarumanagara)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan: Dilarang keras mengcopy paste atau mengcut paste artikel ini, tanpa mencantumkan Ricky Santoso selaku pemilik blog sebagai sumber informasi anda.
Reade more >>