Sunday, November 27, 2011
Iklan Di Era New Media
Anda semua pasti pernah mengalami hal yang sama dengan saya, ketika sedang tidur, HP menyala dan berbunyi karena menerima suatu SMS. SMS dari orang dan pentingkah isinya? Jawabannya, TIDAK! karena SMS itu datangnya dari pengiklan yang menawarkan sebuah produk atau jasa yang sama sekali kita tidak dibutuhkan.
Terus, disaat kita sedang menggunakan media yang bernama internet, baik itu media sosial seperti Facebook dan Twitter ataupun yang lainnya, seringkali tiba-tiba muncul pop up ( layar kecil ) yang berisi tentang penawaran suatu produk / jasa. Terganggukah kita dengan pop up tersebut? jelas terganggu! karena biasanya pop up tersebut akan menutupi website yang sedang kita buka.
Kalian pasti bertanya kenapa sekarang banyak sekali iklan di HP dan internet. Semua itu jawabannya dapat dilihat di gambar berikut :
Dari gambar, jelas terlihat besarnya para pengguna new media (HP dan internet) saat ini.
Hal demikianlah yang dimanfaatkan oleh para pengiklan untuk mengiklankan produk / jasa nya di new media seperti HP dan internet.
Tidak hanya karena banyaknya pengguna new media saja, tetapi juga karena :
1. Tarif murah
2. Jaringan global
3. Teknologi mampu menampilkan semua jenis informasi
Demikianlah artikel yang berisi tentang iklan di era new media ini saya sampaikan, semoga dapat berguna bagi kita semua, dan kesimpulannya adalah jika dilihat dari banyaknya pengguna new media, dapat kita ketahui bahwa di masa yang akan datang, iklan akan lebih sering dan banyak kita temukan di new media dibandingkan media konvensional seperti koran, majalah, dan televisi.
(*) Kapita Fikom Untar / Ricky Santoso
Sumber Referensi:
-. Materi kuliah Kapita Selekta tanggal 23 November 2011 dari Bapak Suwarjono (VIVAnews)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan: Dilarang keras mengcopy paste atau mengcut paste artikel ini, tanpa mencantumkan Ricky Santoso selaku pemilik blog sebagai sumber informasi anda.
Friday, November 18, 2011
Alhamdulilah yah, Industri Televisi Berhasil Jadi 'Sesuatu'
Televisi, kalian pasti sudah sangat familiar dengan benda yang bernama "televisi" disamping. Namun tahukah kalian berapa banyak jumlah stasiun televisi yang ada di Indonesia ?
Sebelum kalian mendengar berapa banyak jumlah stasiun televisi swasta yang ada di Indonesia, ada baiknya kalian menyiapkan diri dulu agar tidak kaget ketika mendengar banyaknya jumlah stasiun televisi swasta yang ada di Indonesia. Tidak bermaksud untuk melebih-lebihkan, tetapi memang banyaknya jumlah staisun televisi swasta yang ada di Indonesia akan membuat kalian semua tecengang kaget.
Pasti kalian bertanya-tanya berapa banyaknya jumlah stasiun televisi swasta yang ada di Indonesia! Ok baik langsung saja saya beritahukan kepada kalian semua, jumlah stasiun televisi lokal (swasta) yang ada dan telah bersiaran adalah sebanyak 119 stasiun, 105 diantaranya ialah stasiun televisi lokal (swasta) telah mendapat IPP Prinsip (Izin Penyelenggaraan Penyiaran), dan 14 sisanya meruapakan stasiun televisi lokal (swasta) berizin IPP Existing (Izin Penyelenggaraan Penyiaran) yang diberikan sebagai wujud eksistensi stasiun televisi lokal (swasta).
Industri televisi tidak hanya dilihat dari banyaknya jumlah stasiun televisi yang ada saja, namun juga dilihat dari kedahsyatan efek yang ditimbulkan akibat tayangan dan program yang disiarkan dalam televisi.
Jika kalian bertanya seberapa dahsyatnya efek tayangan program televisi tersebut, jawabannya adalah sangat dahsyat! bagaimana tidak, kehadiran benda yang bernama televisi dan program-program nya tersebut di kehidupan sehari-hari, bisa mempengaruhi dan menentukan kehidupan kita.
Tidak percaya bahwa televisi sudah mempengaruhi dan menentukan kehidupan kita semua ? Lihat saja dari orang-orang yang ada di sekeliling kita, mereka pasti tau dan sering mengucapkan "alhamdulilah yah, sesuatu" , kata-kata yang sering diucapkan oleh Syahrini salah satu artis tanah air yang sering diucapkannya dalam berbagai tayangan program televisi, baik itu dalam acara musik, talkshow, ataupun gosip, telah berhasil membuat masyarakat yang menyaksikan televisi ikut-ikutan memakai kata-kata "alhamdulilah yah, sesuatu" di kehidupannya. Tidak hanya fenomena Syahrini itu saja bukti bahwa industri televisi kini sudah menjadi 'sesuatu', namun ada contoh lain lagi, yaitu dengan ditampilkan sosok laki-laki yang ganteng, macho, kaya dan cool serta sosok perempuan yang cantik, putih, tinggi, dan seksi dalam tayangan sinetron dan iklan, membuat masyarakat jadi menginginkan sosok yang serupa dalam sinetron dan iklan untuk dijadikan pacar dan atau pasangan hidup nya.
Keberhasilan industri televisi menjadi 'sesuatu' ini tentu tidak lepas dari peran lembaga KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang mempunyai peran sebagai berikut:
- Sosialisasi P3 / SPS bagi pelaku industri televisi
- Monitoring real time terhadap seluruh siaran nasional selama 15 jam
- Menjatuhkan sanksi bagi televisi yang melakukan pelanggaran
- Melakukan survey apresiasi khalayak terhadap program televisi
(*)Kapita Fikom Untar / Ricky Santoso
Sumber Referensi:
1. Materi Kuliah Kapita Selekta tanggal 16 November 2011 dari Bapak Dr. Iswandi Syahputra, M.Si (Komisioner KPI Pusat/Dosen FIkom UNTAR)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan: Dilarang keras mengcopy paste atau mengcut paste artikel ini, tanpa mencantumkan Ricky Santoso selaku pemilik blog sebagai sumber informasi anda.
Monday, November 7, 2011
Photography dan Photoshop
Tag
Fotografi, binatang apakah fotografi itu ? Fotografi (yang berasal dari kata Yunani "Fos" berarti cahaya dan "Grafo" berarti melukis/menulis) adalah proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Dalam istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.
Sehubungan dengan kegiatan fotografi, alat bernama kamera inilah yang biasa digunakan untuk melakukan kegiatan fotografi tersebut. Bagi yang ingin menekuni dunia fotografi denga serius, kamera berjenis D SLR ( Digital SLR ) adalah jenis kamera yang cocok, karena dengan kamera jenis D SLR ini akan mendapatkan hasil foto yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan kamera jenis biasa.
Namun bagi kalian yang tidak ingin menekuni dunia fotografi secara serius, tidak perlu menggunakan kamera jenis D SLR, melainkan cukup menggunakan kamera handphone dan digital saja jika ingin foto-foto. Namun untuk mendapatkan hasil foto yang lebih indah dari benda atau objek asli yang difoto, baik menggunakan kamera D SLR ataupun menggunakan kamera biasa, harus diedit. Adapun salah satu program untuk mengedit foto yang sudah sangat familiar di masyarakat adalah Photoshop.
Mengapa hasil foto yang diedit menggunakan program edit foto seperti Photoshop dapat menghasilkan hasil foto yang jauh lebih indah dibandingkan dengan aslinya? alasannya adalah karena dengan menggunakan program edit foto tersebut semua elemen gambar foto seperti kecerahan gambar, kontras, permainan warna, dan elemen-elemen lain dapat diedit semaksimal mungkin sesuai dengan hasil foto yang kita inginkan.
Sumber Referensi:
1. Materi Perkuliahan dari Om Didit Anindita (Fotografer)
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan: Dilarang keras mengcopy paste atau mengcut paste artikel ini, tanpa mencantumkan Ricky Santoso selaku pemilik blog sebagai sumber informasi anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)









